Tentang Etika Menghargai Karya Cipta Orang Lain

Foto: Anna Shvets via Pexels

Foto: Anna Shvets via Pexels

Berikut ini saya akan membagikan refleksi dari Orientasi ke-2 dari Komunitas Ibu Main STrEAM tentang pemahaman tentang HaKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Sebelumnya, saya akan menceritakan secara singkat garis besar materinya, yaaa..

MENGAPA KITA HARUS PEDULI HaKI?

Sekarang saya ingin memberi sebuah gambaran,

Bagaimana pendapat Anda jika anda seorang desain grafis, kemudian ada orang lain yang tanpa izin menggunakan mencetak karya-karya anda dan dijual untuk kepentingan mereka?

Bagaimana jika anda seorang penulis, kemudian kata-kata anda dikutip sebagian atau mungkin seluruhnya, dan diganti dengan nama orang lain untuk diikutsertakan dalam lomba atau dalam karya tulis mereka?

Bagaimana jika anda seorang pembuat kue, melakukan percobaan dan gagal berkali-kali sampai akhirnya menemukan formula resep sukses, kemudian ada orang lain menggunakan resep Anda, tanpa mencantumkan nama Anda untuk popularitas mereka?

dan masih banyak lagi.

Tentu anda akan sedih, merasa tidak dihargai, kecewa, gondok, marah, jengkel dan ingin ngamuk.

Mengapa? ya karena Anda yang sudah menciptakan atau membuat usaha keras, tapi ada orang lain yang memotong jalan pintas itu untuk keuntungan pribadi.

Dengan empati ini, tentu kita harusnya langsung sadar bahwa namanya karya cipta orang lain itu haruslah mendapatkan perhatian dan kepedulian. Cara sederhana adalah dengan mencantumkan nama mereka, tidak mengkomersialisasikan (mencari keuntungan), dan meminta izin jika akan menggunakan karya mereka.

MAU TIDAK MAU HARUS MELEK & PEDULI HAKI

Saya dan Anda pasti (kemungkinan besar), kita akan bersinggungan dengan HaKI,  karena sejatinya, di era digital saat ini, semua orang yang memposting sesuatu untuk publik adalah pembuat konten (content creator). Tidak sedikit, kita juga membutuhkan media visual, teks, suara/musik, dan video untuk menunjang apa yang ingin kita sampaikan di media sosial. Ketika media penunjang itu kita main asal comot saja dari karya orang lain, kemudian tidak menyertakan sumber atau atas izin mereka, sama saja kita seperti pencuri.

Tujuan HaKI adalah untuk melindungi hak atas kekayaan intelektual adalah untuk melindungi si pemilik karya. (Sumber: talenta.co)

 

SOLUSI : PELAJARI JENIS-JENIS KODE LISENSI

Sumber: wikimedia.org (Creative commons license spectrum.)

Sumber: wikimedia.org (Creative commons license spectrum.)

Tenyata, kita bisa menggunakan media yang ada di internet untuk kepentingan pribadi, namun kita juga harus mempelajari lisensi yang diberikan oleh pembuatnya. Lisensi adalah izin untuk menggunakan, menyalin, atau mengubah suatu karya cipta yang diberikan pembuat karya kepada para pemakai karya mereka.

Ada beberapa jenis lisensi atau perizinan yang diberikan, ada yang hanya untuk penggunaan pribadi, ada yang tidak boleh dimodifikasi, ada yang hanya boleh dibagikan dengan mencantumkan pembuat karya, ada juga yang membebaskan izinnya bahkan boleh dikomersialisasikan.

Berikut ini adalah jenis-jenis lisensi oleh pembuat karya di internet (Creative Common). Jika mungkin juga bisa mengecek disclaimer, atau kebijakan untuk penggunaan karya-karya ini ya.

Ada banyak artikel yang menjelaskan tentang Creative Common atau arti dari kode-kode lisensi ini, silakan dibrowsing ya 🙂 .

Adab atau etika menuntut ilmu adalah dengan jujur dengan diri sendiri dan menghargai karya orang lain.

 

Menjadi bahan perenungan, bahwa kelak anak-anak juga harus memahami tentang peduli dan hak-hak orang lain. Bagus juga jadi materi pembelajaran ya, karena anak masih usia dini, bisa menggunakan perumpamaan lisensi peminjaman mainan atau barang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *