Oleh-Oleh dari Film 47 Ronin

Setelah dikompor-komporin beberapa teman yang hampir semuanya bilang film ini bagus, akhirnya kesampaian juga nonton film yang satu ini, 47 Ronin. Film ini menceritakan tentang perjuangan 47 Ronin untuk memperjuangkan keadilan karena Tuan mereka, Lord Asano, telah dikhianati oleh Lord Kira yang ingin menguasai Ako, sehingga Lord Asano harus melakukan seppuku.

Seppuku (arti harfiah: “potong perut”) adalah suatu bentuk ritual bunuh diri yang dilakukan oleh samurai di Jepang dengan cara merobek perut dan mengeluarkan usus untuk memulihkan nama baik setelah kegagalan saat melaksanakan tugas dan/atau kesalahan untuk kepentingan rakyat).

Ritual Seppuku

Ritual Seppuku

Sebetulnya saya sendiri kurang menyukai istilah “balas dendam”, pendapat saya, yang dilakukan oleh pasukan Oishi adalah upaya menegakkan keadilan dan kebenaran, bukan hanya karena ia tidak lagi menjadi Samurai karena Lord Asano mati, tapi karena ia harus mempertahankan kebenaran untuk rakyat Ako. Ajaibnya, yang diperjuangkan Oishi adalah martabat pemimpin mereka, Oishi tidak lagi mematuhi Shogun kala itu. Ia tidak peduli dengan dirinya, yang ia pikirkan adalah rakyat Ako dan martabat pemimpinnya.

Ketika kebenaran tidak lagi diperjuangkan, maka sejarah akan menggeser segala makna kehidupan kita. Mungkin kita tidak akan pernah tahu lagi, sebetulnya apa hidup ini. Sejarah adalah proses dan kita adalah pelakunya.

Menurut saya pemeran utama, Tokoh Kai, justru hanya menjadi bumbu cerita 47 Ronin. Ya mungkin karena embel-embel kisah percintaannya dengan Puteri Mika. Tapi bagaimanapun “embel-embel” itu, saya selalu terkesima dengan kisah cinta yang santun khas bangsa timur. Mengajarkan yang namanya Takdir tidak bisa di lawan. Kai tetap patuh sama Shogun pas disuruh melakukan seppuku bareng ronin-ronin lainnya. Padahal bisa aja kan Kai bawa kabur Mika ke negeri antah berantah, tapi karena “ketaatan” mereka, ujung-ujungnya mereka mengembalikan cinta mereka kepada sang pemilik hidup, berharap bisa bersatu di kehidupan kedua (meski mereka bilang ribuan kehidupan selanjutnya). Kisah cinta Pasangan Oishi dan Riku juga mengajarkan ketaatan seorang istri terhadap suaminya.

Dan yang membuat kenapa saya lebih menyukai tokoh Oishi ketimbang Kai adalah pas adegan Osihi melakukan perjalanan ke Belanda untuk mencari Kai untuk meminta bantuan bisa menyelamatkan Ako kembali, atau paling tidak membinasakan Lord Kira. Tapi Kai malah menyalahkan Osihi kenapa setelah kematian Lord Asano, Oishi mau berlutut di depan Kira dan tidak melakukan apa-apa. What?! bagaimana dengan dia, Dia juga kenapa mau-mau aja di geret-geret sama penjaga dan dijual ke Belanda. Kenapa pas udah dijual gak langsung balik ke Ako untuk menyelamatkan Mika. Sudah, jelas saya melihat karakter Oishi adalah tokoh utama ketimbang Kai.

Mungkin yang masih jadi pertanyaan sampe sekarang adalah kenapa Oishi dingin banget sama Chikara. Bahkan sampai ending cerita Oishi datar banget sama anaknya itu, padahal Chikara adalah satu-satunya Ronin yang akhirnya dikecualikan oleh Shogun untuk melakukan seppuku.

Kalau mau dikaitkan dengan huru-hara politik kala  ini, mungkin para koruptor juga kudu belajar dari nih film. Belajar tentang harga diri dan tanggung jawab kepada rakyat. Kayaknya seppuku oke juga tuh kalau buat hukuman para koruptor. 😀

Secara keseluruhan film ini layak untuk ditonton.  Ngomong-ngomong sepanjang nonton, saya melihat kemiripan para pemain film ini dengan artis Indonesia. 😀 😀 😀

MIRIP2 cats

Kayaknya bakal nyambung lagi lain hari. Kayaknya.

Comments

  1. says

    Kisah asli 47 ronin via novel lebih heroik . Penggambaran lord kira lebih licik dan shogun tsunayoshi lebih "girly" . Oishi dkk juga lebih keren.di film banyak karakter yg ditambahkan , padahal tokoh utama asli adalah oishi,kataoka,hara,dkk , bukan kai . #IMHO

Leave a Reply to Silmina Ulfah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *