Mengirimkan Anak-Anak ke PAUD Al-Hadi : Preschool Islami di Taiwan

May be an image of 10 people, child and hospital

Kalau kalian baca bio di instagram saya, (saat menuliskan postingan ini) maka tertera tulisan “homeschooler”, alias artinya pendidikan anak-anak dilakukan secara mandiri (di rumah). Lantas mengapa tiba-tiba menyekolahkan anak di PAUD?

Ya, pada semester lalu, saya mengikutsertakan anak-anak di PAUD ini karena baru saja melahirkan anak ke-3. Saya membutuhkan semacam waktu “free” dengan “menitipkan” anak di Al-Hadi. Saya merasa kehabisan energi untuk memberikan stimulasi belajar kedua kakaknya ini. Itu mungkin alasan krusial utamanya. Ketika itu, saya mengikutsertakan sepekan dua kali. Alhamdulillah pihak Al-Hadi memperbolehkannya.

Kemudian, usia sulung menginjak 6 tahun. Ada kebimbangan kami untuk melanjutkan memulai kurikulum anak sekolah dasar karena merasa masih ingin berlama-lama membangun pondasi usia dini si anak. Saya pun merasa anak-anak butuh lingkungan untuk menstimulasi kemampuan berbahasa mandarin sebagai modal ketika kelak dibutuhkan kelas-kelas tambahan dengan guru lokal (di kemudian hari-InsyaAllah).

Akhirnya, akhir tahun ini kami sengaja pindah apartemen dan  memilih lokasi dekat Al-Hadi supaya lebih mudah mobilisasinya. (Disamping karena sudah mendapatkan beberapa kali teguran oleh tetangga lantai bawah kami yang “keberisikan” oleh langkah kaki anak-anak).

Mengapa Al-Hadi? tentu saja karena ini satu-satunya preschool islam yang ada di Taiwan. Saya juga merasa value yang ditawarkan memang tulus untuk menguatkan aqidah islam anak-anak. Keseharian kelas dibawakan terlihat “santai” (rileks), namun cukup kaya akan stimulasi.

Owner Al-Hadi adalah pasangan suami istri (Taiwan-India) yang memiliki 4 orang putra (rentang usia awal SD , 6, 5, dan 4 tahun). Mereka membangun Al-Hadi Taiwan Islamic Education & Culture Center sebagai tempat untuk mempelajari islam. Tahun ini, kedua anak mereka menjalankan kelas dasar (SD) secara mandiri (homeschool).

Keseharian Anak TK di Alhadi ngapain aja?

May be an image of 8 people, child and people studying

Kelas dimulai pukul 9 pagi. Saat datang, anak-anak diarahkan untuk meletakkan sepatu, botol minum, dan tempat makan di rak yang sudah disediakan. Kemudian anak-anak akan diajak pemanasan fisik sebentar dan belajar membaca Al-quran (pengenalan huruf hijaiyah). Setiap hari, mata pelajaran yang diajarkan berbeda-beda, ada Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Matematika, Seni, Adab, Science, Islamic Studies (pendidikan agama), Hadist, dan Olahraga.

 

Makan siang disediakan oleh PAUD, biasanya nasi dengan kari, sup, ayam goreng, dan lain-lain. Ada pula sesi snack pada pagi (pukul 10) dan sore (pukul 3), biasanya kudapan berupa buah, biskuit, roti, atau jajanan lainnya.

Saat siang, ada sholat zhuhur berjamaah. Anak-anak akan melakukan gerakan sholat sambil melantangkan bacaan sholat agar hafal. Setelah sholat, ada duduk membaca dzikir dan murajaah doa, surat pendek, atau hadist yang sudah pernah diberikan.

Setelah sholat, anak-anak akan tidur siang. Anak-anak memang diminta untuk menyiapkan sleeping-bag masing-masing yang akan dibawa pulang sebulan sekali untuk dicuci. Bangun tidur siang, anak-anak akan makan snack sore dan melanjutkan kelas hingga pukul 4 sore.

Kelihatannya begitu padat, tapi anak-anak yang saya lihat menjalaninya dengan baik. Memang yang dikeluhkan oleh mereka adalah waktu jalan ke taman atau bikin-bikin (masak, prakarya dll) yang tidak bisa seleluasa ketika di rumah.

May be an image of 5 people, people studying and text that says 'SPEED'

Sepekan sekali, saya hadir di Al-Hadi untuk sekadar menjadi volunteer yang membantu menyiapkan snack ataupun berberes. Kemudian anak-anak belajar membangun kedisiplinan dengan ritme kegiatan dalam keseharian.

Guru-guru yang mengajar di Alhadi berasal dari Taiwan, Timur Tengah, dan Indonesia. Juga ada beberapa guru dari Taiwan untuk mengajar di kelas Seni dan Olahraga.

May be an image of 8 people

Biaya

Untuk biaya sendiri, semester ini (saat mendaftar di September 2023):

  1. Biaya pendaftaran 3.000 NT
  2. Seragam 150 NT
  3. Uang bulanan (termasuk makan siang dan snack) 6.000 NT

Di kelas, ada juga teman-teman yang menyekolahkan anak tidak full dari hari senin sampai jumat, mereka membayar sesuai hari yang sudah ditentukan setiap bulan. Biaya per-harinya adalah sebesar 350 NT.

Jadwal Pelajaran Al-Hadi
Jadwal Keseharian di Al-Hadi

Kegiatan Fieldtrip

Sebagaimana sekolah yang ada, ada juga jadwal fieldtrip semester anak-anak. Biaya cukup terjangkau karena hanya membayar patungan bus dan tiket masuk lokasinya saja. Bulan lalu, anak-anak berjalan-jalan ke daerah Yilan, ke Pantai Waiao dan ke E-Long Goat Farm.

Kami sangat menikmati perjalanan karena para guru menyediakan kegiatan yang menarik sekali. Membuat tema mencari harta karun di pantai, dengan tema kisah nabi yang berkaitan dengan laut.

Saat di dalam bus:

  • Storytelling tentang nabi Yunus (saat di dalam bus). Mempelajari dan mengucapkan doa yang dibaca oleh Nabi Yunus ketika di dalam laut.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

  • Memasang puzzle “peta harta karun”. Peta tersebut akan menjadi petunjuk untuk permainan yang akan dilakukan pantai Waiao. Dalam peta itu juga ada quiz pertanyaan seputar nabi-nabi dan penguatan Tauhid melalui fenomena angin yang merupakan ciptaan Allah sehingga layang-layang bisa terbang. Begitu juga kapal-kapal bisa berlayar.

Saat di pantai Waiao:

  • Anak-anak melakukan pemanasan dengan stretching (dancing) membentuk lingkaran dan berlari.
  • Anak-anak mulai ke permainan pos yang sudah disediakan. Total ada 3 pos, dimana masing-masing pos ada satu benda yang harus kita cari di dalam pasir. Sebelum mulai menggali pasir, anak-anak harus menjawab pertanyaan terlebih dahulu. Pos terakhir, ada perlombaan tarik tambang untuk anak-anak.
  • Masing-masing harta karun itu kemudian disusun. Dan kemarin, adalah menyusun globe kecil yang terbuat dari kayu. Dimana globe itu nantinya akan bisa berputar otomatis setelah dipasang baterai.
  • Selepas bermain, anak-anak bermain air di pinggir pantai.
  • Anak-anak makan siang bersama dimana masing-masing peserta membawa makan masing-masing. Sesi makan begitu hangat dan menyenangkan.
  • Shalat zuhur berjamaah.

Saat di peternakan E-Long Goat:

May be an image of 7 people

  • Anak-anak menuju ruangan workshop dimana dijelaskan tentang fakta-fakta menarik tentang kambing.
  • Mencoba susu kambing.
  • Membuat figur hewan menggunakan foam (sejenis playdoough namun lebih ringan) yang dipasangkan pada alat mekanik kecil sehingga nantinya ia bisa berjalan.
  • Mengeksplorasi peternakan dengan melihat aneka hewan yang ada (kelinci, burung, ikan, dll)

Graduation

Di Alhadi, juga ada acara graduation yang diisi dengan performance anak-anak dan upacara kelulusan anak-anak menuju SD. Saya belum pernah ikut acaranya karena waktu itu sedang mudik ke Indonesia. (Berikut ini saya ambil dari dokumentasi di fanpagesnya Alhadi.

No photo description available.

No photo description available.

Program Lain di Alhadi

Saya juga pernah mengikuti kegiatan tambahan yang dilaksanakan pada hari libur seperti seminar tentang homeschooling. Dimana dalam kegiatan tersebut ada sesi sharing dari orang tua pesekolah rumah. Sangat inspiratif dan ternyata semangat Alhadi juga ingin menjadi semacam payung untuk orang tua yang ingin homeschooling. Namun, untuk saat ini memang baru ada dari anak-anak pemilik Alhadi saja.

May be an image of 1 person
Kelas elementary mengunjungi museum astronomi

Selain itu, ada kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap senin malam. Kegiatan berupa kelas dakwah dan bahasa mandarin (yang juga temanya tentang islam dan dakwah). Pengajar oleh teacher Fatimah dan Teacher Aziz (owner Alhadi).

May be an image of 3 people and child

Eksperimen science untuk anak-anak kelas elementary

Kesan

Saya sangat besyukur bisa bergabung menjadi bagian dari keluarga Alhadi. Mendapatkan atmosfir komunitas keluarga yang sama-sama memiliki cita-cita untuk bisa menjalankan keseharian dalam nafas islam.

Saya juga menjadi lebih terbuka lagi pikirannya untuk terus belajar. Melihat bagaimana para guru menyiapkan materi. Terutama pada bagian keistiqomahan. Saya salut dan mendoakan agar para guru, terutama founder-nya diberikan kemudahan dalam jalan dakwah islam.

Setidaknya, hampir setahun di Alhadi, saya terpicu untuk memperbaiki diri lagi kedepannya terutama karena akan menjalankan homeschooling mandiri. Mau hujan, mau panas, mau sakit, namanya pendidikan itu tidak bisa berhenti semau-mau kita. Bahwa disiplin akan memudahkan jalan ini. Bahwa jadwal dan rutinitas akan menjadi salah satu tools penting dalam membangun karakter anak.

Bahwa yang namanya kegiatan mendidik, kita pasti akan merasa bahwa perkembangan itu tak tampak nyata dalam sekejap.

Saya yang sejak dulu merasa bahwa pekerjaan guru itu mulia, maka bertambah-tambah lagi hormat saya pada mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *