Printable Gratis: Rutinitas Pagi dan Sore Anak-Anak usia Dini

Rutinitas Pagi dan Sore Anak usia Dini (4 th dan 2 th)

Rutinitas Pagi dan Sore Anak usia Dini (4 th dan 2 th)

Setelah membaca ragam manfaat dan pentingnya membangun rutinitas atau routine, maka saya pun akhirnya mencoba membuatkan rangkaian rutinitas pagi untuk anak-anak (4th dan 2 th) dalam bentuk cetak supaya anak-anak bisa melihat sendiri dan mempelajarinya.

Juga sebetulnya, karena kami sudah merasakan manfaat besar dari kebiasaan-kebiasaan yang selama ini (agak) konsisten dilakukan. Misalnya saja, pergi ke toilet sesaat setelah bangun tidur dan sarapan pagi setelahnya. Hal ini ternyata membuat anak-anak secara otomatis meminta jatah makan pagi tanpa harus susah payah menyuruhnya.

Menjadi orang tua adalah tentang membangun kesadaran

Dengan kita menempel jadwal rutinitas pagi ini, secaratidak langsung pula membuat diri mampu memangkas aktivitas yang tidak penting dan tidak perlu pada pagi hari (misalnya: mengecek media sosial, menonton tiktok, dan lain-lain).

Ketika kita paham bahwa ada rutinitas anak-anak yang akan dijalankan, otomatis kita akan mampu mempersiapkan diri baik-baik sebelum terjun mengerjakan segala keperluan di hari tersebut.

Hal ini juga akan sangat membantu orang tua dalam memetakan kemana saja energi akan disalurkan. Karena akhirnya saya sadar bahwa tidak ada yang namanya manajemen waktu. Mau sebanyak apapun durasi jam yang diberikan kita dalam satu hari, toh kemungkinan besar kita akan mengeluh kurang.

Padahal, kita sendiri yang kurang bijak dalam memilih aktivitas.

Manfaat Rutinitas Pagi dan Sore

Berikut ini saya rangkumkan manfaat dan mengapa kita harus mulai membangun rutinitas harian kepada anak-anak:

  1. Membantu anak-anak untuk memiliki body clock atau jam kerja tubuh. Misalnya, mereka akan tahu kapan saatnya waktu untuk tidur dan makan. Setelah saya amati, sejak berusaha untuk konsisten, anak-anak kini mampu mengungkapkan “Umi, aku lapar“, “Umi, aku ngantuk..ayo tidur“, “Umi, aku bosan, mau main ke taman“.
  2. Membangun bonding atau kelekatan. Memiliki anak balita akan akrab dengan ketidakpastian. Namun, jika kita memiliki rutinitas harian, kita akan tahu dan sadar kapan-kapan saja waktu penting yang bisa dihabiskan bersama. Misalnya saja, jam-jam makan bersama.
  3. Berdamai dengan ekspektasi. Anak-anak jadi tahu kapan saatnya harus merapikan mainan dan bersiap untuk tidur malam tanpa protes atau drama berarti.
  4. Sarana untuk mendidik kemandirian dan kepercayaan diri. Misalnya saja, anak jadi tahu sesi-sesi mana saja yang aktivitasnya bisa ia lakukan sendiri. Misalnya saja, kemandirian di toilet, mulai dari masuk dengan berdoa, menyalakan lampu, menyiram air, dan mencuci tangan setelahnya.
  5. Membangun kebiasaan sehat dan baik. Makan, tidur, dan membereskan mainan merupakan kedisiplinan yang perlu dilatih hingga kelak menjadi kegiatan otomatis (habits). Jika anak-anak tahu kapan-kapan saja waktunya makan dan tidur, otomatis kegiatan lain pun menjadi tidak terganggu. Orang tua pun akan bisa meluangkan waktunya untuk hal lain.

Saya jadi teringat cerita beberapa teman yang seharian berkutat di dapur karena perkara makan yang tidak kunjung usai. Anak pertama minta makan, yang kedua belum mau makan. Juga, saat makan mereka minta disuapi sehingga harus mendampinginya nyaris pagi hingga petang.

Akhirnya saat malam pun, perasaan orang tua berantakan dan merasa kurang produktif. Hal ini jika dilakukan setiap hari, tentu akan membuat stres dan menaikkan level kecemasan. Karena saya pun tak jarang mengalaminya.

Untuk itu, berikut ini kami coba membuat rutinitas pagi dan sore untuk anak-anak usia dini (preschool), yang mungkin bisa bermanfaat untuk teman-teman. Dalam printable ini, saya mengambil dari berbagai sumber (ada yang berbayar, sehingga resolusinya akan pecah saat dicetak.

FREE Download Rutinitas Pagi Sore Anak Homeschooling Islami

FREE Download Rutinitas Pagi Sore Anak Homeschooling Islami

PDF Rutinitas Harian (Pagi & Sore)  Silakan Download di Sini 

Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman ya

Sumber gambar:
1. https://blog.google/technology/families/kids-space/
2. https://www.slideshare.net/EmilyStone47/chore-routine-chart
3. https://www.etsy.com/listing/785365944/morning-and-evening-routine-chart?ref=landingpage_similar_listing_top-6
4. https://en.al-dirassa.com/islam-quran-arabic-children/
5. https://www.shutterstock.com/image-vector/muslim-kid-praying-203133709
6. https://www.dreamstime.com/stock-illustration-kids-toy-box-full-toys-modern-flat-style-vector-illustration-cartoon-clipart-image82200341
7. https://www.123rf.com/clipart-vector/chicken_dinner.html
8. https://pngtree.com/freepng/multi-food-breakfast-clipart_5726131.html
9. https://www.seekpng.com/ipng/u2q8w7q8u2e6q8i1_at-getdrawings-com-free-for-personal-use-evening/
10. https://snipstock.com/image/the-sun-png-images-transparent-sun-pngs-sunny-sunshine-24-png-79655

 

 

Sharing Pengalaman Memilih Printer untuk Kegiatan Sekolah Rumah (Homeschooling)

Hasil Printer Warna HP Ink Tank 315

Hasil Printer Warna HP Ink Tank 315

Sejak anak menginjak usia 4 tahun, akhirnya memutuskan untuk membeli printer supaya mendukung kebutuhan bermain dan belajar anak-anak.

Sempat bingung juga dengan beberapa merek dan banyaknya tipe yang ada. Nah di artikel kali ini, saya akan memberikan pengalaman dan pertimbangan apa saja yang saya pikirkan ketika membeli sebuah printer untuk kegiatan sekolah di rumah.

1. Beli Bekas atau Baru?

Karena saat ini saya berdomisili di Taipei (Taiwan), maka hal ini menjadi pertimbangan pertama yang muncul. Karena belum tahu akan tinggal berapa lama lagi di Taiwan. Jika hanya sebentar, tentu nampaknya lebih efisien jika saya membeli yang bekas saja (karena tentu banyak pilihan dengan harga yang sangat terjangkau).

Namun, akhirnya saya membeli printer baru karena demi mengurangi resiko printer macet di kemudian hari, sedangkan saya tidak ingin energi habis untuk mencari tukang service di negeri yang saya belum kuasai bahasanya ini.

Dengan membeli baru, paling tidak saya akan mendapatkan jaminan garansi satu tahun, yang memberikan rasa aman jika terjadi kendala teknis diluar kesalahan eksternal.

2. Tipe Printer : Multifungsi “Print, Scan, Copy” atau Tunggal “Print Only”?

Ini adalah pertimbangan yang tidak kalah lama saya pikirkan. Masalah pertama adalah, saya ingin printer yang tidak menyita banyak ruang. Namun ternyata, ketika mendapatkan jenis printer yang saya taksir, ternyata ukuran antara kedua model hanya selisih 5 cm-an.

Itulah mengapa, akhirnya saya memilih sekalian saja yang multifungsi, karena toh ternyata harganya hanya beda sekitar 500 NT saja.

Jadi, dari awal yang saya berpikir tidak mengapa jika kebutuhan scan hanya menggunakan kamera foto, akhirnya mencoba berpikir ulang. “Ah, barangkali, kelak akan sangat berguna untuk menyimpan karya anak-anak dalam bentuk digital”.

3. Model Pengisian Tinta: Catridge Saja atau dengan Tangki Tinta Tambahan

Nah, ini juga merebut perhatian cukup lama. Bersyukur bisa menemukan video-video review dan unboxing printer, sehingga bisa mempelajari hal-hal apa saja yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Jadi, memang terkadang ada printer yang harganya murah. Namun, ketika dicari harga catridge-nya (kotak isi ulang tinta), ternyata harganya mahal sekali. Bahkan mungkin, harganya setengah dari harga printer.

Pilihan akhirnya jatuh pada model printer dengan tangki tinta di luar. Saya juga menelusuri, apakah tintanya bisa menggunakan merk lokal atau tidak (ternyata yang saya pilih ini bisa). Karena tentu, harganya akan jauh lebih murah.

4. Mengapa Tidak Memilih Jenis Printer dengan Fitur Wireless?

Saya lebih nyaman untuk menggunakan kabel karena saya lebih suka untuk mengecek ulang apa yang akan saya cetak menggunakan laptop terlebih dahulu.

Lagi pula, perbedaan harganya pun lumayan signifikan. Untuk jenis printer yang sama dengan fitur wireless saja, selisih harga mencapai kurang lebih 1.000 NT.

Juga, saat membaca beberapa komentar di kolom komentar beberapa video review, saya menemukan adanya beberapa orang yang mengalami kendala konektivitas untuk fitur wireless-nya. Dengan begitu, akhirnya mantap memilih printer tanpa fitur wireless.

Pilihan pun jatuh ke merk HP tipe Ink Tank 315

printer ink tank 315 HP

Sebetulnya saya belum betul-betul membuat perbandingan dengan merk lain (Epson, Canon, Brother, dll) dengan spesifikasi printer sejenis. Pilihan merk HP murni preferensi subjektif hanya karena ini adalah merk pertama yang saya pernah miliki saat di bangku sekolah menengah.

Dari pengalaman itulah, akhirnya saya cukup berani untuk kembali menggunakan merk HP. Karena dulu, sama sekali tidak ada kendala kecuali harga catridge original yang terbilang mahal.

Printer HP tipe Ink Tank 315 ini bisa dibilang cukup terjangkau, yaitu sekitar 2.990 NT (ongkos kirim  dan kertas A4 70 gsm gratis). Saya membelinya melalui e-commerce di Taiwan di sini. Beberapa catatan dan spesifikasi tentang printer ini:

  1. Kapasitas tinta yang cukup banyak (ink tank system), tinta hitam 80 ml dan tinta warna masing-masing 70 ml.
  2. Mengklaim mampu mencetak hingga 6000 halaman hitam putih dan 8000 halaman warna.
  3. Pengisian tinta yang sangat mudah dan tidak perlu takut tumpah. (botol anti tumpah dengan karet pada bukaannya).
  4. Konektivitas menggunakan kabel tipe USB.
  5. Variasi kertas mampu mencetak di: Plain Paper, HP Photo Papers, HP Matte Brochure atau Professional Paper, HP Matte Presentation Paper, HP Glossy Brochure or Professional Paper, Photo Inkjet Papers, Matte Inkjet Papers, Glossy Inkjet Papers.
  6. Ukuran kertas: A4, B5, A6, DL envelope.
  7. Resolusi cetak: Hitam sampai dengan 1200 x 1200 dpi, Warna sampai dengan 4800 x 1200 dpi.
  8. Bisa mencetak secara utuh (tanpa menyisakan margin) atau borderless.

Nah dengan fitur-fitur ini, saya rasa akan sangat cukup untuk kebutuhan mencetak bahan-bahan untuk belajar di rumah.

Demikian informasi tentang printer yang saya gunakan untuk kegiatan Sekolah Rumah kami. Artikel ini murni pengalaman pribadi dan bukan endors/sponsor. Saya membuat ini supaya memberikan sedikit gambaran kepada para orang tua atau tenaga pendidik, tentang beberapa pertimbangan yang mungkin bisa memberikan wawasan sebelum memutuskan untuk membeli printer.

Semoga bermanfaat.