Al-Zahrawi, Sang Pionir Ilmu Bedah Modern dan 12 Penemuan Fenomenal Beliau

Sumber gambar : wikipedia

Sumber gambar : wikipedia

Abul Qasim Khalaf Ibn Al-Abbas Az-zahrawi atau dikenal dengan Al-Zahrawi merupakan seorang ilmuan di bidang kedokteran. Namanya mungkin sepopuler Ibnu Sina dan sosoknya baru terungkap setelah ilmuan Andalusia Abu Muhammad bin Hasm menjadikannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol.

Merupakan keturunan Arab Anshar yang lahir pada tahun 324 H (936 M) di kota Az-Zahra’ yang merupakan wilayah Cordova di Andalusia. Di sana lah ia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengembangkan ilmu bedah dan mengobati masyarakat bahkan hingga ia tutup usia pada tahun 404 H (1013 M) pada usia 77 tahun. Beliau wafat tepat dua tahun setelah tanah kelahirannya dijajah dan dihancurkan.

Mengawali karirnya sebagai dokter bedah dan pengajar di beberapa sekolah kedokteran, Al-Zahrawi mededikasikan dirinya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran. Namanya kurang dikenal, karena ia lebih fokus pada penyembuhan dan perawatan masyarakat. Menurutnya, praktek dokter bedah tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Hanya dokter yang memang memiliki kemampuan di bidang tersebut dan bersetifikat yang layak untuk melakukan tindakan.

Sumber gambar : wikipedia

Sumber gambar : wikipedia

Sosoknya mulai terkenal setelah bukunya yang berjudul At-Tasrif Liman ‘Ajiza ‘an At-Talif (Metode Pengobatan) diterbitkan. Dalam bukunya, Al-Zahrawi banyak menguraikan hal baru dalam dunia kedokteran.

Al-Zahrawi menjelaskan 325 jenis penyakit turunan berikut dengan gejala dan perawatan-perawatannya. Salah satunya, ia menjelaskan pengobatan mengenai penyakit turunan anak laki-laki yang ternyata penyakitnya bawaan dari ibu dari anak itu sendiri. Penyakit yang memang tidak ada gejala-gejala yang tampak. Penyakit tersebut belakangan dikenal dengan sebutan Hemofilia.

Para cendekiawan sekarang menemukan bahwa dalam buku ini berisikan tentang gambaran berbagai teknik pengobatan yang relatif modern, seperti posisi Walcher untuk membantu proses persalinan yang sulit. Disebut posisi Walcher karena orang-orang mengenal bahwa Gustav Adolf Walcher lah yang pertama kali menemukan posisi tersebut, padahal 700 tahun sebelumnya, Al-Zahrawi sudah mengaplikasikan nya terlebih dahulu.

Selain itu juga, ada penanganan untuk pengaturan dislokasi tulang dan patah tulang. Metode ini digunakan untuk mengatur dan mengurangi bahu terkilir selama berabad-abad sebelum Kocher memperkenalkan tekniknya yang mirip dengan pengobatan Eropa

Dalam kitab Tasrif, terdapat 3 bab yang khusus menjelaskan tentang operasi bedah, termasuk prosedur dan teknik penerapannya. Berikut ini penjelasan singkat tentang penemuan beliau dalam kitab tersebut:

  1. Pembedahan mata, telinga, dan tenggorokan. (Beliau menggambarkan Tonsilektomi). Tonsilektomi sendiri adalah operasi pengangkutan tonsil/amandel, bagian dari kelompok  jaringan Limfoid (seperti kelenjar di leher) yang berperan untuk melawan infeksi kuman yang terhirup atau tertelan. Dimana hal ini akan terjadi jika amandel telah terinfeksi. Trakeostomi adalah prosedur bedah yang dilakukan dengan membuat lubang di saluran udara atau trakea untuk memasukan tabung yang dapat membantu pasien yang kesulitan bernafas dan mengalami penurunan kadar oksigen atau gagal dalam sistem pernafasan.
  1. Penyusunan alat untuk pemeriksaan bagian dalam telinga.
  2. Perancangan alat yang digunakan untuk memindahkan atau memasukkan benda ke tenggorokan.
  3. Penjelasan tentang bagaimana cara pakai alat untuk pengangkatan polip dari dalam hidung dengang menggunakan kail (hook).
  4. Penggambaran, pemaparan, dan pembagian arteri portal tem (pembuluh nadi) yang berkaitan untuk meredakan beberapa jenis sakit kepala.
  5. Penggunaan teknik kauterisasi (merupakan sebuah tindakan medis yang berguna untuk menyembuhkan atau mengobati luka pada jaringan yang rusak) biasanya untuk mengobati tumor kulit atau abses (penumpukan nanah pada satu daerah tubuh). Beliau telah menerapkan prosedur kauterisasi sebanyak 50 kali dengan operasi yang berbeda.
  6. Orang pertama yang mengaplikasikan Ligasi, yaitu pengikatan suatu organ berongga dengan suatu ligature (benang pengikat luka). Untuk mengikat pembuluh darah agar menghentikan pendarahan. Cara penjahitan dengan menggunakan Cutgut (tali atau senar yang tebuat dari usus kambing atau hewan lainnya yang berfungsi untuk menyatukan jaringan pada tubuh). Ia mendahului ahli bedah militer Prancis yang terkenal Ambroise Pure (1510-1590) yang dulunya dikenal sebagai orang Eropa pertama yang menggunakan jahitan, pada abad ke-lima.
  7. Pengobatan untuk penyakit fistula anal, yaitu terbentuknya saluran kecil di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus atau dubur.
  8. Pengangkatan batu kandung kemih. Beliau memberikan ide kepada dokter yang merawat untuk memasukan jari ke dalam rektum (organ terakhir dari usus besar yang berakhir di anus) pasien, lalu memindahkan batu ke leher kandung kemih. Kemudian membuat sayatan pada dinding perineum (area kulit antara liang vagina dengan anus). Setelah itu, barulah batu tersebut dapat dilepaskan.
  9. Ia juga menyusun/membuat alat untuk pemeriksaan uretra.
  10. Al-Zahrawi juga orang pertama yang menggambarkan dan menjelaskan tentang kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang berkembang di luar rahim dan biasanya terjadi di dalam tuba falopi (saluran kecil yang dilewati sel telur yang dibuahi untuk menuju rahim).
  11. Beliau juga membuat beberapa gigi palsu tiruan yang terbuat dari tulang binatang.

At-Tasrif berisikan 30 bab dan ditujukan kepada para pelajar bidang pengobatan dan juga dokter-dokter yang menjadikan ensiklopedia tersebut sebagai teman dalam pelbagai situasi masalah karena mengandung jawaban dan penyelesaian-penyelesaian klinikal yang banyak. At-Tasrif dilengkapi dengan gambar-gambar peralatan pembedahan terawal di dalam sejarah, yang kurang lebih   ada   sekitar   200   gambar   peralatan   pembedahan   yang   dijelaskan   di   jilid   terakhir ensiklopedinya. Selain itu cara penggunaan peralatan tersebut beserta prosedur pembedahan dengan peralatan itu pun turut dijelaskan.

 

Sumber gambar : wikipedia

Sumber gambar : wikipedia

 

Demikian artikel singkat tentang tokoh dengan kontribusi luar biasa di bidang kedokteran. Semoga dapat menginspirasi.

 

Disusun oleh :

  1. Banowati Mitsalina (NIM 11180210000095)
  2. Siska (NIM 11180210000165)

Referensi :

  1. Basya, Ahmad Fuad. 2008. Sumbangan Keilmuan Islam Pada Dunia. Maktabah Al-Imam Al-Bukhari li An-Nasyr Wa At-Tauzi
  2. As-Sirjani, Raghib. 2009. Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia. Mu’asasah Iqra
  3. Yamani, Ja’far Khadem. 2007. Kedokteran Islam, Sejarah & Perkembangannya. Dzikra
  4. Masood, Ehsan. 2009. Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
  5. https://www.haibunda.com/kehamilan/20180507134744-49-19979/cara-lakukan-pijat-perineum-agar-persalinan-terasa-nyaman
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/Rektum
  7. https://www.alodokter.com/fistula-ani
  8. https://www.womenonweb.org/id/page/525/what-is-an-ectopic-pregnancy-and-how-do-you-know-you-have-one
  9. https://vdokumen.com/ibn-batutah.html
  10. https://halosehat.com/review/tindakan-medis/cauterization
  11. https://www.medicalogy.com/blog/jenis-jenis-benang-operasi-catgut/

Comments

  1. Amir says

    Keren, bisa menghadirkan ilmuwan muslim (bahkan seorang pionir) yang gak banyak diketahui orang. Ayo nih, lebihin referensinya, khususnya dari Barat dan Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *