Sedikit Catatan Tentang JOMO (Joy of Missing Out)

JOMO

JOMO

 

Pernah kan? ngerasa harus re-share informasi artis yang lagi dalam masalah via medsos? atau buru-buru chat ke seluruh pertemanan semisal ada gosip-gosip terpanas? atau sebaliknya, pengen tau banget update gosip terpanas di sekitar? takut banget ketinggalan gitu ceritanya.

Juga, mungkin pernah kah menunggu notifikasi like atau komentar atas postingan di medsos kita sendiri? Barangkali, menghitung-hitung jumlah like dengan postingan sebelumnya? lalu merasa bertanya-tanya, “kok yang nge-like dikit ya?” (padahal uda OOTD atau foto di tempat paling heitzs dan hinsthagramebel).

Itu (mungkin) gejala FOMO.

FOMO, Fear of Missing Out. Mungkin teman-teman pernah denger ya? sebuah kondisi dimana diri berasa kayak dikejar-kejar oleh sesuatu yang lagi trending, dikejar ekspektasi/penilaian orang, atau bahkan mental berasa tertekan sama pencapaian hidup orang lain.

Ngerasa kosong kalau nggak ikutan tren. Ngerasa bersalah kalau nggak tau apa yang lagi viral. Akhirnya diri malah sibuk di dunia digital. Dunia maya. Dunia yang cuma ada di angan-angan. Nggak ril.

Kebalikannya JOMO, Joy of Missing Out.

Belajar dari bayi dan anak-anak misalnya. Mereka bisa “stay in the moment”, alias bisa hidup berkesadaran. Waktunya ngutak-ngatik lego, dia bener-bener di situ. Ya fisiknya, ya pikirannya, ya perhatiannya, jiwanya.

(Kayaknya) Nggak ada tuh pikiran, waktunya mainan cat air. Pikirannya uda pengen posting ke medsos, trus nyari-nyari quotes buat bikin caption, sambil akhirnya nungguin respon orang lain. Entah like atau komen.

Lucunya, kadang pernah, udah mau posting sesuatu akhirnya nggak jadi karena takut komentar orang. Atau yang parahnya, mungkin ada orang yang akhirnya merasa diri tidak cukup layak di dunia karena membandingkan hidupnya dengan apa yang di lihat di medsos.

Mungkin saatnya kita berpikir ulang tentang makna hidup bahagia yang sebenarnya. Hidup dengan penuh ketenangan dan rasa nyaman. Seharusnya semua orang bisa.

Yang kemudian membuat sulit adalah karena di era teknologi super cepat ini. Seolah ada peraturan-peraturan tak tertulis tentang “Cara Bahagia”. Seolah yang hal-hal yang dibagikan di media sosial haruslah memenuhi standar-standar tertentu.

#BahagiaItuSederhana, tapi yang mosting sebetulnya sedang ingin memberi pihak tertentu kalau “Halo, gue juga hepi kali meskipun gue nggak jalan-jalan kayak sampeyan”. Bukan betul-betul bahagia, tapi bahagia-bahagiaan aja.

Soalnya apa? Soalnya dalam hatinya masih ada rasa benci, rasa iri, rasa tidak nyaman, atau rasa negatif saat melihat postingan orang lain. Selama itu masih ada, ya coba dipertanyakan ulang. “Lu orang beneran bahagia nggak sih? kok ada orang lain yang keliatan bahagia lu nggak seneng”.

Lagian, kalau ada orang dapat kerjaan bagus, dapat rezeki berlimpah, dan nggak ngambil dari jatahnya situ, ngapa juga harus emosi? hey, Anda juga layak bahagia.

Jadi kalau dalam hidup sudah mulai ada tanda-tanda tidak beres. seperti, selalu buka instagram/facebook/twitter dengan waktu yang sangat berlebihan. Saatnya anda mencoba disconnected.

Saatnya anda terapi “digital detox”. Latihan intensional sama hal-hal di depan mata. Mulai bangun koneksi terbaik dengan orang-orang terpenting dalam hidup kita, di dunia nyata.

Bangun rangkaian aktivitas tanpa gegas. Santai. Nikmati detik demi detiknya. Curahkan yang terbaik. Perhatianmu, kemampuanmu, dan segala apa yang terbaik dalam dirimu.

Karena, berita receh akan selamanya receh dan dilupakan.
Sedangkan, pengalaman memandang mata hari terbit atau terbenam, masih terasa hangat dalam pikiran. Obrolan penuh perhatian dengan orang tersayang tak lekang oleh zaman. Suara-suara pasir saat mendaki gunung masih terdengar.

Jadi, mulai sekarang, apa kita mau memilih jalan yang penuh ketenangan?

Cibinong, 15 Januari 2020

#silminadiary

Pengalaman Pertama Kali Bekam dan Refleksi di Salon Muslimah Farras Depok

PenampakanSalon dari depan

Penampakan Salon dari depan

Jadi ceritanya setelah lahiran anak ke-2, saya belum pernah urut atau pijat-pijat gitu. Trus pas balik ke Indonesia emang uda diniatin mau bekam sama pijat, apalagi pas landing, ni badan sempet drop banget. Ngerasain deh tuh namanya radang tenggorokan, batuk, dan pilek.

Mungkin ini yang namanya jetlag, ya?, dari yang iklim musim dingin menuju Indonesia yang istilahnya lagi pancaroba.

Singkat cerita, mulailah saya gugling-gugling cari tempat bekam di Depok. Cari yang nggak jauh dari rumah ortu karena nanti kudu nitip anak-anak biar nggak usah dibawa. Nemu lah di instagram, namanya Salon Muslimah Farras.

Spanduk Depan

Spanduk Depan

Pagi reservasi online dulu biar nanti di sana nggak menunggu terlalu lama. Admin reservasi ramah, fast respon, dan informatif. Saya ditanyakan mau treatment apa. Ternyata ini untuk memastikan dengan terapis yang melakukan bekam. Setelah konfirmasi, ternyata saya diberi tahu untuk datang jam 10 pagi.

Salon ini buka mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Konsep salon ini terbilang unik, karena selain untuk muslimah, treatment juga ditawarkan bagi anak-anak (bahkan mulai dari pijat bayi).

Saya ditangani oleh bu Halimah. Orangnya ramah, tangannya lembut tapi kalau sudah mengurut, ga tau kenapa berasa banget. Bukan tipe yang keras menyakitkan. Alhamdulillah cocok sama yang tipe seperti ini. Selidik punya selidik, kata beliau sih kalau kita totok atau urut di titik yang benar, ya emang efeknya begitu. Titik-titik yang dimaksud adalah titik meridian.

Foto Sama Owner Salon

Foto Lubna Sama Owner Salon

Saya sampai penasaran kenapa tangannya bisa halus begitu. Dikasih tipsnya, pokoknya sering-sering menggosok tangan menggunakan ampas kopi, teh, saat cuci beras, kulit buah, biji-bijian buah (pepaya misalnya), nasi basi (pas misal ketemu nasi sisa yang mau dibuang). Menggosok tangan seperti meremas-remas saat mencuci beras. Kalau di dunia per-skinker-an, mungkin tujuannya adalah exfoliating, alias menghilangkan sel kulit mati yang menumpuk di tangan.

Daftar "Menu" Salon

Daftar “Menu” Salon, kalau paket-paket bisa liat di instagramnya

Treatment Bekam dan Refleksi Kaki

Oh ya, sembari dibekam, saya juga mengambil treatment refleksi kaki. Durasi untuk kedua treatment jika ditotal  sekitar satu setengah jam. Proses bekam, terapis sangat telaten, dimulakan dengan basmalah dan selalu mengonfirmasikan kepada saya apa tarikan angin pada cup bekam terlalu keras atau tidak. Ya intinya, sangat nyaman lah sebagai orang yang baru pertama kali nyobain bekam sampai dikeluarkan darahnya gitu.

Saya mengambil treatment refleksi kaki karena bekam tidak bisa digabung dengan pijat full. Supaya menghemat waktu, saya gabungan prosesnya saja. (maklumlah ya, nitip dua bocah di rumah, hehe).

Pijat Bayi (pules banget si Lubna)

Karena sudah cocok sama terapisnya, akhirnya keesokan harinya saya membawa Lubna (9 bulan) ke salon ini. Saya ambil treatment pijat bayi. Saya udah degdegan aja, khawatir bakalan nangis-nangis jengker gitu. Ternyata MasyaAllah, mbak Halimah (terapis), ngajakin kenalan dulu dong. Tujuannya biar nggak asing dan si baby nyaman.

Kata beliau, namanya anak itu jangan dipaksa. Nanti yang ada malahan trauma dan nggak mau lagi badannya diurut. Soalnya kan emang tujuan pijat kan biar rileks, kalau ada unsur paksaan, mungkin si bayi malah tambah sakit-sakit badannya.

Iya juga sih, saya lihat si bayi nyaman aja gitu. Ya paling menggeliat-geliat aja kalau ada beberapa titik yang dirasa emang lagi pegel/sakit. Posisi ngikutin nyamannya bayi. Karena pas itu jam tidur paginya Lubna, akhirnya saya pun sambil nyusuin juga (si bayi uda ngantuk dan minta nyusu).

Alhamdulillah, pengalaman pertama Lubna pijat juga berlangsung nyaman dan lancar  jaya. Lubna pun tidur dengan pulesnya.

Wedang Jahe Abis Treatment

Wedang Jahe Abis Treatment

Ada juga beberapa hal positif yang saya suka dari pengalaman pijat di Salon Depok ini, seperti:

  1. Tempat cukup bersih dan nyaman, meski sekat hanya berupa horden.
  2. Tempat parkir motor cukup luas (muat untuk 1-2 mobil sepertinya).
  3. Staf-nya ramah
  4. Ada wedang jahe yang nikmat
  5. Terapis berpengalaman dan juga mengedukasi kita sebagai pelanggan dalam beberapa hal terutama titik-titik yang bisa dipijat sendiri untuk sehari-hari.
  6. Reservasi mudah, via whatsapp
  7. Treatment bervariasi, mulai untuk kecantikan maupun kesehatan
  8. Jual snack ringan dan beberapa produk
  9. Harga relatif terjangkau untuk bekam dan pijat
  10. Ramah anak (bayi), terapis membuat bayi nyaman dan tidak trauma.
  11. Ambience keshalihan berasa, keliatan dari staf ramah sama audio murotal Quran.
Ruang Treatment Pas Saya Bekam dan Refleksi Kaki

Ruang Treatment Pas Saya Bekam dan Refleksi Kaki

Adapun kekurangannya hanya seputar titik google maps yang tidak sesuai dengan di lapangan (akhirnya saya minta shared live location ketika menuju tempat tersebut).

WhatsApp Image 2020-01-14 at 10.46.00 PM WhatsApp Image 2020-01-14 at 10.46.01 PM (1) WhatsApp Image 2020-01-14 at 10.46.01 PM

Ruang Tunggu

Ruang Tunggu

WhatsApp Image 2020-01-14 at 10.45.56 PM (2) WhatsApp Image 2020-01-14 at 10.45.57 PM

Itulah pengalaman saya melakukan bekam, refleksi kaki, dan pijat bayi di Salon Muslimah FARRAS, Tanah Baru, Depok. Ada yang punya tempat andelan lain buat pijat atau spa? mau doong. Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat ya moms.

 

Al-Zahrawi, Sang Pionir Ilmu Bedah Modern dan 12 Penemuan Fenomenal Beliau

Sumber gambar : wikipedia

Sumber gambar : wikipedia

Abul Qasim Khalaf Ibn Al-Abbas Az-zahrawi atau dikenal dengan Al-Zahrawi merupakan seorang ilmuan di bidang kedokteran. Namanya mungkin sepopuler Ibnu Sina dan sosoknya baru terungkap setelah ilmuan Andalusia Abu Muhammad bin Hasm menjadikannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol.

Merupakan keturunan Arab Anshar yang lahir pada tahun 324 H (936 M) di kota Az-Zahra’ yang merupakan wilayah Cordova di Andalusia. Di sana lah ia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengembangkan ilmu bedah dan mengobati masyarakat bahkan hingga ia tutup usia pada tahun 404 H (1013 M) pada usia 77 tahun. Beliau wafat tepat dua tahun setelah tanah kelahirannya dijajah dan dihancurkan.

Mengawali karirnya sebagai dokter bedah dan pengajar di beberapa sekolah kedokteran, Al-Zahrawi mededikasikan dirinya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran. Namanya kurang dikenal, karena ia lebih fokus pada penyembuhan dan perawatan masyarakat. Menurutnya, praktek dokter bedah tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Hanya dokter yang memang memiliki kemampuan di bidang tersebut dan bersetifikat yang layak untuk melakukan tindakan.

Sumber gambar : wikipedia

Sumber gambar : wikipedia

Sosoknya mulai terkenal setelah bukunya yang berjudul At-Tasrif Liman ‘Ajiza ‘an At-Talif (Metode Pengobatan) diterbitkan. Dalam bukunya, Al-Zahrawi banyak menguraikan hal baru dalam dunia kedokteran.

Al-Zahrawi menjelaskan 325 jenis penyakit turunan berikut dengan gejala dan perawatan-perawatannya. Salah satunya, ia menjelaskan pengobatan mengenai penyakit turunan anak laki-laki yang ternyata penyakitnya bawaan dari ibu dari anak itu sendiri. Penyakit yang memang tidak ada gejala-gejala yang tampak. Penyakit tersebut belakangan dikenal dengan sebutan Hemofilia.

Para cendekiawan sekarang menemukan bahwa dalam buku ini berisikan tentang gambaran berbagai teknik pengobatan yang relatif modern, seperti posisi Walcher untuk membantu proses persalinan yang sulit. Disebut posisi Walcher karena orang-orang mengenal bahwa Gustav Adolf Walcher lah yang pertama kali menemukan posisi tersebut, padahal 700 tahun sebelumnya, Al-Zahrawi sudah mengaplikasikan nya terlebih dahulu.

Selain itu juga, ada penanganan untuk pengaturan dislokasi tulang dan patah tulang. Metode ini digunakan untuk mengatur dan mengurangi bahu terkilir selama berabad-abad sebelum Kocher memperkenalkan tekniknya yang mirip dengan pengobatan Eropa

Dalam kitab Tasrif, terdapat 3 bab yang khusus menjelaskan tentang operasi bedah, termasuk prosedur dan teknik penerapannya. Berikut ini penjelasan singkat tentang penemuan beliau dalam kitab tersebut:

  1. Pembedahan mata, telinga, dan tenggorokan. (Beliau menggambarkan Tonsilektomi). Tonsilektomi sendiri adalah operasi pengangkutan tonsil/amandel, bagian dari kelompok  jaringan Limfoid (seperti kelenjar di leher) yang berperan untuk melawan infeksi kuman yang terhirup atau tertelan. Dimana hal ini akan terjadi jika amandel telah terinfeksi. Trakeostomi adalah prosedur bedah yang dilakukan dengan membuat lubang di saluran udara atau trakea untuk memasukan tabung yang dapat membantu pasien yang kesulitan bernafas dan mengalami penurunan kadar oksigen atau gagal dalam sistem pernafasan.
  1. Penyusunan alat untuk pemeriksaan bagian dalam telinga.
  2. Perancangan alat yang digunakan untuk memindahkan atau memasukkan benda ke tenggorokan.
  3. Penjelasan tentang bagaimana cara pakai alat untuk pengangkatan polip dari dalam hidung dengang menggunakan kail (hook).
  4. Penggambaran, pemaparan, dan pembagian arteri portal tem (pembuluh nadi) yang berkaitan untuk meredakan beberapa jenis sakit kepala.
  5. Penggunaan teknik kauterisasi (merupakan sebuah tindakan medis yang berguna untuk menyembuhkan atau mengobati luka pada jaringan yang rusak) biasanya untuk mengobati tumor kulit atau abses (penumpukan nanah pada satu daerah tubuh). Beliau telah menerapkan prosedur kauterisasi sebanyak 50 kali dengan operasi yang berbeda.
  6. Orang pertama yang mengaplikasikan Ligasi, yaitu pengikatan suatu organ berongga dengan suatu ligature (benang pengikat luka). Untuk mengikat pembuluh darah agar menghentikan pendarahan. Cara penjahitan dengan menggunakan Cutgut (tali atau senar yang tebuat dari usus kambing atau hewan lainnya yang berfungsi untuk menyatukan jaringan pada tubuh). Ia mendahului ahli bedah militer Prancis yang terkenal Ambroise Pure (1510-1590) yang dulunya dikenal sebagai orang Eropa pertama yang menggunakan jahitan, pada abad ke-lima.
  7. Pengobatan untuk penyakit fistula anal, yaitu terbentuknya saluran kecil di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus atau dubur.
  8. Pengangkatan batu kandung kemih. Beliau memberikan ide kepada dokter yang merawat untuk memasukan jari ke dalam rektum (organ terakhir dari usus besar yang berakhir di anus) pasien, lalu memindahkan batu ke leher kandung kemih. Kemudian membuat sayatan pada dinding perineum (area kulit antara liang vagina dengan anus). Setelah itu, barulah batu tersebut dapat dilepaskan.
  9. Ia juga menyusun/membuat alat untuk pemeriksaan uretra.
  10. Al-Zahrawi juga orang pertama yang menggambarkan dan menjelaskan tentang kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang berkembang di luar rahim dan biasanya terjadi di dalam tuba falopi (saluran kecil yang dilewati sel telur yang dibuahi untuk menuju rahim).
  11. Beliau juga membuat beberapa gigi palsu tiruan yang terbuat dari tulang binatang.

At-Tasrif berisikan 30 bab dan ditujukan kepada para pelajar bidang pengobatan dan juga dokter-dokter yang menjadikan ensiklopedia tersebut sebagai teman dalam pelbagai situasi masalah karena mengandung jawaban dan penyelesaian-penyelesaian klinikal yang banyak. At-Tasrif dilengkapi dengan gambar-gambar peralatan pembedahan terawal di dalam sejarah, yang kurang lebih   ada   sekitar   200   gambar   peralatan   pembedahan   yang   dijelaskan   di   jilid   terakhir ensiklopedinya. Selain itu cara penggunaan peralatan tersebut beserta prosedur pembedahan dengan peralatan itu pun turut dijelaskan.

 

Sumber gambar : wikipedia

Sumber gambar : wikipedia

 

Demikian artikel singkat tentang tokoh dengan kontribusi luar biasa di bidang kedokteran. Semoga dapat menginspirasi.

 

Disusun oleh :

  1. Banowati Mitsalina (NIM 11180210000095)
  2. Siska (NIM 11180210000165)

Referensi :

  1. Basya, Ahmad Fuad. 2008. Sumbangan Keilmuan Islam Pada Dunia. Maktabah Al-Imam Al-Bukhari li An-Nasyr Wa At-Tauzi
  2. As-Sirjani, Raghib. 2009. Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia. Mu’asasah Iqra
  3. Yamani, Ja’far Khadem. 2007. Kedokteran Islam, Sejarah & Perkembangannya. Dzikra
  4. Masood, Ehsan. 2009. Pelopor Hebat di Bidang Sains Modern. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
  5. https://www.haibunda.com/kehamilan/20180507134744-49-19979/cara-lakukan-pijat-perineum-agar-persalinan-terasa-nyaman
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/Rektum
  7. https://www.alodokter.com/fistula-ani
  8. https://www.womenonweb.org/id/page/525/what-is-an-ectopic-pregnancy-and-how-do-you-know-you-have-one
  9. https://vdokumen.com/ibn-batutah.html
  10. https://halosehat.com/review/tindakan-medis/cauterization
  11. https://www.medicalogy.com/blog/jenis-jenis-benang-operasi-catgut/

Cerita Pengalaman Menyapih Anak Pertama

IMG_20190522_020707_908

Menyapih Dhuha (Bagian 1)

Bagi sebagian ibu ada yang sangat mudah untuk bisa menyapih anaknya. Alhamdulillahnya, saya termasuk yang satunya lagi, alias perlu ‘usaha’ banget 😆.

Wajar ya kayaknya. Lha wong dari lahir itu uda jadi kebiasaannya. Untuk dhuha, berarti sudah lebih dari 700 hari tidur itu harus dengan menyusu.

Mengubah kebiasaan, tentu harus pake cara yang nggak biasa. Selain itu ya kudu disiplin (baca: tega).

Semingguan ini Dhuha berhasil tidur tanpa menyusu dan kali ini saya ingin berbagi pengalaman. Semoga bermanfaat.

Sebelum ngomongin teknisnya gimana, ini beberapa hal yang harus dipersiapkan.

1. Minta pertolongan Allah
Wajib. Yang kasih perintah menyusui Allah, yang kasih petunjuk menyapih 2 tahun juga Allah. Minta pertolongan supaya lancar prosesnya. Ngurangin stres pas ngadepin momen anak histeris minta nyusu.

2. Kerja sama dengan suami
Minta bantuan bapaknya dhuha buat gendong atau nimang-nimang sebelum tidur malam. Awalnya susah, ga mau tidur, rewel. Lama-lama bisa juga. Dari yang durasi gendong hampir sejam, sekarang cuma 15 menit.

Kerja sama juga dalam bentuk motivasi soalnya kadang emaknya ini yang uda cepet nyerah apalagi pas fisik uda capek plus ngantuk, bawaannya pengen nyusuin aja biar anak cepet tidur.

3. Sounding secara intensif sebulan sebelumnya
Sejak hamil keliatan gede, mulai sounding bahwa di dalam perut emaknya ada dede bayi dan ngasi tau kalau nanti bakal nyusu kayak Dhuha.

Nah pas Lubna uda lahir, hampir setiap hari bilang gini: “NANTI DHUHA DUA TAHUN, NYUSUNYA SELESAI YA..”

4. Menitipkan Dhuha beberapa hari ke teman
Ada teman yang menawarkan diri kalau dhuha dititipkan dirumahnya. Berhubung anaknya beliau emang udah sering main dan seneng sama Dhuha, yasudah akhirnya coba nitip. Alhamdulillah berhasil tanpa drama.

Dhuha pernah tiga kali nitip dengan empat teman.
3 malam, semalam dan yang terakhir 4 malam dengan dua orang berbeda. Semuanya aman memang karena teman juga punya anak-anak yang akrab sama dhuha.

Ini emaknya sempet bertanya-tanya, lha kok kalau dititip malah nggak pernah rewel sebelum tidur. Kalau malam sih katanya kebangun, mungkin nyariin tapi cuma ditepuk-tepuk langsung tidur lagi.

IMG_20190520_142232_882
TEKNIS MENYAPIH ALA SAYA

1. Tidur Siang

Teknisnya, pas sesi tidur siang. Sebelumnya dikasih makan dulu yang cukup, sekitaran jam 12 siang kalau uda keliatan keringetan dan nguap-nguap, saya pangku miring dia kayak mau nyusuin sambil ditimang-timang.

Awalnya mah ngamuk-ngamuk, ada kali sejam nangis kejer minta nyusu. Nggak saya kasih. Yah ini berlangsung 2 hari. Kemarin sempat nyerah, tapi ya gimana, inget over supply ASI, kasihan juga Lubna jadi seringnya dapat foremilk (kembung mulu jadinya).

Hari ke tiga, tidur siang makin gampang dan sebentar mangkunya 10-15 menit. Malah di hari ke tiga emaknya yang tau-tau matanya basah, mangku sambil lihatin anak pules. “Nak, udah dua tahun aja, kok malah umi yang kangen nyusuin yah”.

Kalau dipangku ga tidur-tidur, biasanya saya ajak main lagi dan nunggu dia kelihatan ngantuk. Yah, kalo lagi berlebih tenaga, gendong sampe merem.

2. Tidur Malam

Kalau tidur malam, hampir seminggu ini jadi kerjaan bapaknya. Caranya ya gendong sampai tidur. Awal-awal susah dan nangis-nangis parah, nunjuk-nunjuk ke uminya minta nyusu.

Akhirnya dibawa menjauh biar ga mupeng pas uminya nyusuin Lubna. Pas uda pules baru deh taruh di kasur.

Hari ke tujuh malah makin gampang, taruh do kasur, pukpuk sama bapaknya. Bapaknya udah merem duluan, anaknya gegoleran agak lama trus merem sendiri. Yah paling nggak uda ga teriak-teriak lagi.

Buat pejuang WWL di luaran sana, semangat ya!
.
#menyapihdhuha
#menyapihdengancinta

 

 

 

 

Review Buku Cerita Anak : Beruang Bilang Maaf

Sampul Buku

Sampul Buku

 

Emang dah kalau ngomongin wacana, banyak banget yang pengen dikerjain. Salah satunya pengen bikin vlog yang isinya review buku-buku anak sambil read a loud gitu, kehidupan di Taiwan dan seterusnya.

20190515_112921kita

Tapi ya gimana, bisa laptopan nunggu jam 11 malem minimal atau sebelum jam 6 pagi. Pegang hape aja gabisa lama (taro hape diatas kulkas dan diliat secara berkala aja, ngetik-ngetik gini nunggu anak pada merem).

20190515_113022

Yaudah, kerjain yang sebisanya aja dah. Nulis review ini buat gambaran temen-temen yang kali aja lagi cari referensi buku buat anak-anak atau mungkin buat didonasiin ke taman baca @rumahbelajarkita (ngiklan dikit).

REVIEW

– Buku ini bisa dipake buat ngenalin konsep minta maaf. Nggak banyak tulisan, cocok buat anak dibawah satu tahun. Ide cerita bisa dikembangkan ke banyak hal.

20190515_113039

– Misalnya, abis kita minta maaf kita bantu beresin kekacauan yang dibuat.

– Warna buku berwarna-warni, bisa tebak-tebakan warna.

– Objek-objeknya variatif dan tergambar dengan warna-warna solid, bisa buat tebak-tebakan misalnya nama buah-buahan dan benda.

SINOPSIS

20190515_113058

Si Anak beruang ceritanya main sepeda di dalam rumah. Pas lagi seru main muter-muter gitu, dia nabrak ibunya yang lagi bawa buah-buahan. Sang ibu menasihati dan anak beruang pun minta maaf sembari membantu memungut buah.

Anak beruang kembali bermain sepeda. Kali ini ia menabrak ayahnya yang lagi bawa tumpukan kertas. Sang ayah menasihati dan anak beruang pun meminta maaf sambil membereskan kertas yang tercecer.

Setelah itu anak beruang melanjutkan main sepeda ke halaman rumah.

Penerbit : Pelangi Mizan
Penulis : Benny Rhamdani
Illustrator : Syarifah Tika

#reviewbukuanak #resensibukuanak #bukuceritaanak #boardbook #beruangbilangmaaf

Salat Zuhur di Masjid Taichung

IMG_20190511_201452_937 IMG_20190511_201453_002 IMG_20190511_201452_998 IMG_20190511_201452_936 IMG_20190511_201452_936 IMG_20190511_201452_935 IMG_20190511_201452_938 IMG_20190511_201452_935

 

Ini foto beberapa bulan lalu pas ke Taichung. Tapi rasanya kayak udah lama banget, karena apa.. yak.. kalo kata saya efek desain bangunannya, retro banget.

Masjid ini merupakan masjid terbesar di Taichung. Barangkali ini lebih luas jika dibandingkan dengan Masjid Agung Taipei.

Kami mampir pas jam-jam zuhur. Ternyata setiap akhir pekan, masjid ini memang lumayan ramai dengan orang Indonesia yang bekerja di kawasan Taichung, terutama para pekerja pabrik.

Berbeda dengan Masjid Agung yang tidak 24 jam, masjid ini bahkan mempersilahkan kita untuk beritikaf saat hari libur.

Kemarin setelah zuhuran, juga ada kajian-kajian seperti mentoring yang diisi oleh orang Indonesia. Asli, suasananya seperti kita lagi mudik trus mampir buat sholat. Jarang-jarang kan di Taiwan lihat orang salat pakai sarung? mana pas kajian juga pembicara banyak pakai bahasa jawa, hehe. Serasa di Tanah air jadinya.

Taichung, Februari 2019

#catatanditaipei #masjidtaichung #ziarahmasjid

Rainbow Village Taiwan – Itu Tahu Bulat Apa Ngetrip? Dadakan Amat

DCIM100GOPROG0505936.JPG

Benerin jilbabnya dulu nak..

Lha iyak, bayangin aja, kalian jam 10 malem, udah tidur gitu dibangunin dan dapet ajakan buat ngetrip besok paginya. Artinya bada subuh udah kudu siap-siap jalan. Ini kayaknya ngetrip ter-last minute dalam hidup saya, hihi.

Sebenernya rada-rada mager karena emang waktu itu lagi hamil 7 bulanan karena uda sering bolak-balik pengen buang air kecil. Kuatir nanti bentar-bentar minta berenti. Tapi berhubung barengannya bumil beranak 1 batita juga. Yowes, berang-berang makan berkat. Berangkat.

Gaya victory dulu dah!

Gaya victory dulu dah!

Ini foto waktu ke Rainbow Village di Taichung. Jaraknya sekitar 165 km dari Taipei, kurang lebih mirip kayak Jakarta-Bandung lah.

Sebetulnya pas ke Taichung ini kami menclok ke beberapa spot lain bermodalkan referensi yucub. Nanti diceritain di postingan lain ya.

Rainbow Village ini bisa dibilang jadi surganya temen-temen yang suka foto OOTD sih, karena instagramable banget. Super colorful!

Kami sampai di tempat ini jam-jam ashar, cahaya masih oke banget buat foto-foto. Pas nyampe, kita pikir itu bakalan satu kampung dicat begini semua, taunya memang hanya beberapa bangunan rumah aja.

Tempatnya imut, pengunjungnya menyemut. Nggak heran kalo butuh usaha ekstra biar nggak photo boom. Untuk bisa eksplor semua sudut paling hanya dibutuhkan waktu nggak sampai setengah jam. Ada playground juga buat anak-anak, biar nggak boring mereka nungguin emak-bapaknya eksis selfi-selfian.

Ngomong-ngomong. Selama tinggal di Taiwan, baru sekali ini nemu toilet umum yang jorok. Abisan kotor dan bau parah. Diduga karena emang banyak orang sih yang bolak-balik dan mungkin ga ada petugas kebersihan yang standby gitu.

Ini masuknya nggak bayar ya. Trus di luaran ada yang jualan jajanan, jadi emang seru aja sambil angin-anginan sore semeriwing. Rekomen buat nyari oleh-oleh khas karena di sini ada yang jual souvenir-souvenir yang satu tema sama lukisan yang ada di bangunan ini.

Saya sendiri sih emang demen banget ngeliat-liat karya seni model begini. Jadi ceritanya tempat ini tu dulunya kayak komplek veteran gitu. Pertama kali dicat sama veteran bernama Huang Yong Fu.

Karena udah makin lama ditinggalkan sama penghuninya sejak tahun 90-an awal, tahun 2010 pemerintah Taiwan berencana “menghancurkan” desa ini. Sejak denger kabar itu lah, Huang Yong Fu akhirnya mulai mengecat rumahnya dalam rangka melestarikannya.

Waktu itu, cuma beliau satu-satunya veteran yang masih menghuni desa itu. Nggak lama kemudian, ada mahasiswa dari universitas terdekat (Ling Tung dan Hung Kuang) nemuin karya seni beliau.

Mereka membuat petisi kepada walikota Taichung supaya rumah ini bisa terselamatkan. Akhirnya peristiwa ini viral dan jadi tempat wisata yang sayang banget kalau kita nggak kunjungin pas ke Taichung.

Huang Yong Fu pun kini terkenal dengan julukan Bapak Pelangi.

Maaf kurang lengkap foto-foto detailnya karena memang sudah super lelah dan bawaannya pengen selonjoran.

 

Taipei, 6 Mei 2019

[Review] Mencoba Nasi Lemak ala Malaysia di Mooka Cafe Taiwan

Mooka-cafe-taipei-10

Penampakan cafenya dari depan

 

Selama tinggal di Taiwan, saya baru beberapa kali mencicipi makan di restoran berlabel halal. Biasanya kalau bukan restoran Indonesia ya Turki. Kali ini saya mau berbagi pengalaman waktu makan di restoran Malaysia di kawasan Daan, Kota Taipei.

Buat kalian yang lagi jalan-jalan di Taipei, bosen dengan mie-mie-an dan pengen nyobain sesuatu yang beda, boleh nih mampir ke kafe yang satu ini.

Lambang Mooka Cafe

Lambang Mooka Cafe

Menu andalan yang ditawarkan di Mooka Cafe (dibaca : Muka Kafe) ini tentu saja nasi lemak. Bagi yang belum tau nasi lemak, dia kalau di Indonesia ya mirip-mirip nasi uduk/kuning gitu lah. Saya pun penasaran dengan Chicken Spices Lover (Nasi Lemak Ayam) dan Roti Jalanya.

Oh iya, sebelumnya mau disclaimer kalau pada dasarnya saya tipikal yang doyanan ya sama makanan. Jadi biasanya kalau makan di mana juga ya abis-abis aja gitu. Saya juga bukan ahli di bidang cicip-mencicipi, jadi ini murni opini pribadi aja ceritanya mau review kayak ala-ala food blogger gitu 😛 .

Mooka-cafe-taipei-5

Chicken Spices Lover 

nasi lemak

Chicken Spices Lover ini berisi nasi lemak berwarna hijau (dari pandan) dengan ayam goreng berempah, telur ceplok, kangkung rebus, kacang goreng, teri, kerupuk udang , lalapan timun dan sambal. Pas dateng, saya seneng banget karena bener-bener sesuai sama di foto, untuk ukuran porsi menurut ukuran saya sih pas, tidak kurang pun tidak lebih.

Pas cobain nasinya, tekstur nasi cenderung lebih keras dari nasi uduk/kuning yang biasa saya makan. Di lidah saya dia cenderung kering gitu (kurang pulen). Aroma dan warna pandannya pun menurut saya kurang natural, saya sendiri agak kurang sreg dengan aroma manisnya (jadi penasaran ini pakai pandan beneran apa pasta ya, hehe). Overall untuk nasi sih masih oke untuk di makan.

Sayur bagi saya terlalu matang, timun terlalu tipis motongnya dan kurang fresh. Kesemuanya itu tapi untungnya teralihkan dengan rasa ayam goreng rempah dan sambalnya. Saya suka ayam gorengnya karena empuk dan beraroma rempah yang sudah lama tak kurasakan (kangen Depok ya Allah). Oiya, sambalnya bagi saya masih kurang pedes sih (masih lebih pedas sambal abc yang terasi itu).

Kalau suruh nilai, saya kasih 7/10

Roti Jala

roti jala

Menu ini cuma cocok buat kamu yang nggak terlalu lapar dan pengen nyemil-nyemil manja. Tekstur roti jalanya pas. Buat yang belum pernah, pokoknya ini rasanya mirip-mirip kayak kulit dadar gulung gitu deh cuma warnanya kuning. Kuahnya agak encer dan berisi beberapa suwir ayam ukuran sedang.

Rasa kuahnya khas rempah-rempah kayak gulai padang tapi ada taste india-indiaya gitu. Rasanya pasti bakalan lebih enak lagi kalau kental dan disajikan dalam kondisi hangat/panas.

Rating : 7/10

Minuman

Teh tarik kemarin pesan yang es. Sebelumnya pernah icip yang panas, ternyata lebih kental yang panas (mungkin ya karena es itu yang bikin tu teh tarik agak enceran ya)

Milo dinosaur-nya enak, manis gurih dan bubuk milonya berlimpah. Meski berharap gelasnya diperbesar untuk harga segitu hihi.

Rating : 7.5/10

Foto Menu

Foto Menu

Daftar Harga

Daftar Harga

Pro:

  1. Ada foto untuk menu makanannya lengkap dengan penjelasan dalam tiga bahasa : Inggris, Melayu dan Mandarin. Jadi kita udah kebayang itu menu bentukannya bakalan kayak gimana dapetnya.
  2. Air putih gratis dan boleh isi ulang.
  3. Pelayanan ramah.
  4. Dekorasinya melayu banget, udah gitu ada beberapa ornamen yang mengingatkan sama Indonesia kayak kebaya dan batiknya.
  5. Toiletnya bersih dan ada semprotan airnya (nggak perlu bawa botol/gelas deh jadinya).
  6. Mereka nyediain mainan buat anak yang bisa di pinjam gitu di raknya.

Mooka-cafe-taipei-9 Mooka-cafe-taipei-8 Mooka-cafe-taipei-7 Mooka-cafe-taipei-6 Mooka-cafe-taipei-4 Mooka-cafe-taipei-3

Con:

  1. Pelayanan agak lama, ya mungkin karena kemaren juga ada tiga meja yang lagi dilayanin trus orangnya cuma berdua.
  2. Lil bit pricey.
  3. Harus perhatikan jadwal buka mereka lewat media sosialnya karena kadang suka lagi direservasi alias dibooking orang.

 

Instagram : @MookaCafeTaipei
Facebook : Mooka Cafe Taipei
Lokasi : No. 140號, Siwei Road, Da’an District, Taipei City, 106
No. Telp : 02 2325 5582
Jam Buka :
Senin – Tutup
Selasa – Jumat : 11.30 AM – 2.30 PM dan 5:30 PM – 9.30 PM
Sabtu – Minggu : 11.30 AM – 9.30 PM

Ya tapi tetep aja, saya bakalan rekomendasikan sih untuk kalian yang lagi kangen sama masakan melayu. Apalagi di sini baru luncurin menu Rendang yang mungkin bisa jadi ajang melepas rindu sama Indonesia.

Taipei.  8 April 2019

 

Berbagi Pengalaman Cara Legalisir Dokumen di Kemenkumham (Sistem Online)

Lobby utama dan mesin antrian disebelah meja resepsionis. Disini kita akan dipandu oleh petugas jenis antrian apa yang tepat untuk kita. WAJIB SIAPKAN E-KTP ya

Penampakan lobi utama dan mesin antrian di sebelah meja resepsionis. Disini kita akan dipandu oleh petugas jenis antrian apa yang tepat untuk kita. WAJIB SIAPKAN E-KTP ya

 

Kali ini saya akan berbagi pengalaman sewaktu urus legalisir dokumen untuk keperluan visa ke Taiwan. Ini merupakan salah satu syarat dari TETO untuk penerbitan visa resident yang wajib melampirkan beberapa dokumen dengan legalisir kemenkumham.

Sebelumnya, saya pernah mengurus dokumen untuk suami (akhir tahun 2017), waktu itu sistem masih offline (setiap dokumen disubmit dan dilampirkan secara fisik kemudian menunggu selama beberapa hari), namun saat saya mengurus pada tahun 2018, ternyata sistemnya sudah berubah menjadi semi online.

Lokasi Pelayanan Legalisir Dokumen

Banyak yang terkecoh dan salah alamat ketika akan mengurus legalisir kemenkumham dengan datang ke alamat yang di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Padahal, lokasi terbaru berada di kawasan Cikini, link pengumuman resmi bisa dilihat di sini.

Alamat : Gedung Cik’s, Jalan Cikini Raya No 84-86, Menteng, Jakarta Pusat. (Link Google Map)

Patokannya ada di seberang pom bensin pertamina Cikini (sebelah KFC), kira-kira 350 meter dari stasiun Cikini.

Penampakan gedung dari pintu gerbang. Tepat diseberang pom bensin cikini (Dari stasiun cikini jalan kaki saja)

Penampakan gedung dari pintu gerbang. Tepat diseberang pom bensin cikini (Dari stasiun cikini jalan kaki saja)

 

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Dengan adanya layanan online ini, kita dipermudah dengan tidak harus melampirkan materai dan fotokopi dokumen seperti sebelumnya. Yakni, hanya bawa dokumen asli yang akan dilegalisir, jangan lupa bawa E-KTP.

Perlu diingat kalau dokumen yang dikeluarkan oleh non pemerintah harus memiliki cap legalisir dari notaris ya. Dalam kasus saya, ada dua dokumen untuk keperluan membuat visa residen Taiwan, yaitu berkas medical checkup dan buku imunisasi anak.

Lihat postingan saya sebelumnya : Pengalaman Legalisir Dokumen Medical Checkup dan Buku Imunisasi Anak ke Notaris

Jika memang butuh fotokopi, di basement gedung terdapat layanan fotokopi gratis. Sebelumnya saya kira masih pakai sistem lama (submit dokumen asli, fotokopi, materai, tunggu 3-5 hari), jadi saya datang langsung tanya tukang fotokopi yang akhirnya tidak digunakan.

Tempat fotokopi gratis di basement gedung cik's kemenkumham

Tempat fotokopi gratis di basement gedung cik’s kemenkumham

 

Loket yang tersedia di Kemenkumham. Untuk legalisasi ada di loket 1 dan 2.

Loket yang tersedia di Kemenkumham. Untuk legalisasi ada di loket 1 dan 2.

Tumbler Friendly karena bisa isi minum gratis (ada gelas juga)

Ini Loket Bank BNI. Oh iya, tempat ini Tumbler Friendly karena bisa isi minum gratis (ada gelas juga)

Loket Bank Jawa Barat (Tepat disebelah loket BNI. ada di dalam gedung Cik's) Jadi memang bayar-bayar disini ya.

Loket Bank Jawa Barat (Tepat disebelah loket BNI. ada di dalam gedung Cik’s) Jadi memang bayar-bayar disini ya.

Pak satpam yang merangkap kerjanya bantu pemohon buat isi form. Biasanya ada yang pegawai (kayak magang) gitu.

Pak satpam yang merangkap kerjanya bantu pemohon buat isi form. Biasanya ada yang pegawai (kayak magang) gitu.

Urutan Proses Legalisir Kemenkumham

Meja untuk isi formnya

Meja untuk isi formnya

Ini karena masih rada pagi, jadi sepi. Biasanya siangan dikit udah mulai banyak calo yang kalau isi form bisa lama banget ngantrinya euy.

Ini karena masih rada pagi, jadi sepi. Biasanya siangan dikit udah mulai banyak calo yang kalau isi form bisa lama banget ngantrinya euy.

  1. Melakukan registrasi dan mengambil nomor antrian (bilang ke resepsionis mau legalisir), kasih KTP (harus sudah e-KTP ya).
  2. Menuju komputer untuk input data dokumen yang akan dilegalisir, sebenarnya ini bisa dilakukan di rumah, tinggal buka aja link web legalisasi berikut ini. (pilih menu “Pemohon”)Step 2 - Klik Register untuk memulai, nanti kalau untuk pengecekan status dan nambahin dokumen yang akan dilegalisir tinggal login
  3. Isi data secara lengkap, registrasi.
  4. Aktivasi akun dengan mengecek inbox atau spam di email yang didaftarkan.

    Klik aktivasi

    Klik aktivasi

  5. Login menggunakan username dan password yang sudah dibuat sebelumnya
  6. Pilih menu Permohonan yang ada pada menu sisi kiri. Kemudian pilih “Buat Permohonan”, di sini anda akan diminta untuk memasukkan data diri secara lengkap.
  7. Masukkan data dokumen yang ingin anda legalisir secara lengkap dengan foto/scan dokumen yang akan dilegalisir.

    Masukkan data secara lengkap, jangan sampai salah pilih nama pejabat karena mungkin ada nama yang sama

    Masukkan data secara lengkap, jangan sampai salah pilih nama pejabat karena mungkin ada nama yang sama

  8. Setelah Simpan dan Lanjutkan, cek kembali dokumen anda. Sampai tahap ini anda tinggal menunggu status verifikasi oleh pihak kemenkumham. Status bisa dicek via website atau aplikasi.
  9. Kalau sudah terverifikasi anda tinggal membayar ke teller bank yang tersedia di sana dan menuju ke loket pengambilan stiker legalisir, yaitu stiker yang berisi tanda tangan pejabat kemenkumham untuk ditempel di dokumen yang akan anda legalisasi.
Waktu itu saya hanya urus dua dokumen saja. Jadi stikernya pun dapat dua

Waktu itu saya hanya urus dua dokumen saja. Jadi stikernya pun dapat dua

Di kantor kemenkumham ada beberapa petugas yang siap menolong anda jika mengalami kesulitan. Saran saya, anda membawa laptop sendiri karena jika sedang ramai, anda harus mengantri untuk menginput data dan dokumen. Anda juga bisa menginput dari rumah jika sehingga saat di kantor kemenkumham hanya tinggal ambil dokumen.

 

3 Jam Jadi?

Waktu itu ngurus masih soft launching, jadi belum bisa sehari jadi.

Waktu itu ngurus masih soft launching, jadi belum bisa sehari jadi.

Kalau waktu itu sih kebetulan baru diluncurkan pelayanan 3 jam dokumen legalisasi jadi. Tapi nampaknya karena satu dan lain hal (mungkin adaptasi prosedur kerja), dokumen tidak bisa jadi pada hari yang sama.

Kalau dulu bentuk legalisasinya adalah stiker berwarna pink yang ada tanda tangan pejabatnya. Saat ini kemenkumham mengeluarkan stiker legislasi dalam bentuk plastik bening bertanda tangan yang kita tempel sendiri.

Semoga pelayanan kedepan lebih baik lagi.

Jadi habis dari sini kemana? Yes, Kemenlu alias Kementerian Luar Negeri di kawasan Gambir.

Semangat buat teman-teman yang lagi urus ini semua yaa! Badai pasti berlalu hehe.

Pengalaman Urus Legalisir Buku Nikah di KUA Kecamatan Beji dan Kementerian Agama

_20180509_134650

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman waktu mengurus legalisir dokumen buku nikah di Kecamatan Beji Depok dan Kementerian Agama. Dokumen ini diperlukan sebagai salah satu syarat untuk pengajuan istri yang hendak tinggal bersama suami yang bekerja di Taiwan. Sebelumnya ada agen yang menawarkan bantuan, namun ia bilang saya belum tentu/tidak bisa dapat visa resident, dan dianjurkan membuat visa visitor saja. Akhirnya saya hubungi pihak TETO (yang mengeluarkan visa ke taiwan, bahwa saya bisa mendapatkan visa resident dengan beberapa persyaratan tambahan, salah satunya buku nikah).

1. Legalisir Buku Nikah di KUA Kecamatan Beji – Depok

Tanggal Pengurusan Dokumen: Rabu, 9 Mei 2018

Kantor Kantor Urusan Agama Kecamatan Beji Depok

Kantor Kantor Urusan Agama Kecamatan Beji Depok

[Read more…]